malaikat yg sengaja Tuhan berikan untukku..
Aku ingin menulis semua tentang ibu, tp aku takut harus membabat seluruh belantara Kalimantan untuk membuat kertas. Ibu, tahukah engkau sangat berarti untuk hidupku. Aku menyadarinya justru setelah aku kehilanganmu. Engkau seperti mata kananku, enggak lebih dari itu. Engkau seperti jiwaku, dan sekarang terasa sangat kosong tanpamu di hidupku. Banyak sekali pengorbananmu ibu untuk hidupku, sampai engkau rela menjadi buruh cuci waktu keadaan tersulit dulu. Ibu aku butuh dekapanmu seperti aku butuh udara, aku butuh ketulusanmu seperti aku butuh cahaya untuk berjalan, aku butuh engkau ibu lebih dari yang aku bayangkan sebelumnya. Dan tahu kah engkau ibu, engkau satu-satunya orang yang selalu menyayangiku tanpa aku minta, selalu mendoakanku tanpa aku suruh, selalu menungguku pulang di depan gang rumah tanpa aku perintah. Kenapa engkau pergi tanpa menungguku membahagiakanmu, seperti yang perna kita bicarakan sebelumnya..
Aku menulis ini dengan tangisan yang gak bisa aku bendung ibu, dengan rasa kangen yang gak bisa aku lukiskan, dengan rasa sakit yang gak bisa akujelaskan. Mungkin aku terlalu lemah tanpamu ibu, aku terlalu terbiasa dengan hadirmu. Engkaulah orang pertama yg aku lihat ketika aku membuka mata, dan orang yg terakhir aku lihat disetiap aku menutup mata. Engkau satu-satunya orang yg mampu membuatku merasa nyaman disetiap rasa takut mendatangiku. Kesabaranmu begitu mengesankan bagiku, sampai disaat yg benar-benar sulit dan sakit engkau sembunyikan dengan rapi. Ibu aku merindukanmu disetiap nafasku..
Dihari terakhirmu ibu, aku seperti kehilangan nyawaku. Itu adalah hari paling menyedihkan di sepanjang hidupku. Kenapa engkau meninggalkanku tanpa aba-aba ibu? Kenapa? Kenapa engkau tidak memberikanku kesempatan untuk sedikit membuatmu bahagia? Aku sangat ingin melakukannya. Bahkan engkau pergi disaat aku tidak ada di sampingmu, disaat aku mencari darah yg engkau butuhkan. Maafkan aku ibu, karena engkau terlalu lama menunggu. Harusnya engkau mengambil saja semua darahku ibu, tp kenapa engkau tidak memintanya kepadaku? Dan bahkan dihari terakhir itu, engkau masih saja mengkhawatirkanku tentang bagaimana hidupku setelah engkau tinggal pergi. Kalau Tuhan memberikan satu permintaan khusus, aku ingin diberikan kesempatan untuk membahagiakanmu sepenuhnya. Ibu aku sangat menyayangimu lebih dari siapapun, lebih dari apapun, dan lebih dari segalaya. Aku sangatmencintaimu ibu, mata kananku..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar