Rabu, 18 Maret 2015

Aku Menyebutnya Semu

Bagaimana aku bisa mengabadikan rasa, kalau sedikit saja salahku membuatku menghilang.
Bagaimana aku bisa menjadikan tumpuan, kalau kau sendiri tidak tau kemana harus berjalan.
Bagaimana aku bisa menilaimu sebagai jodoh, kalau aku tau kau menjadikanku sebuah persimpangan.
Bagaimana bisa?

Saat semua telah menjauh dan yang kau kejar hanyalah semu,
kau menghampiriku lagi. Seakan menanyakan hal yang sudah kau buang sudah lama.
Aku bukan sebuah halte bus yang bisa kau datangi dan kau tinggalkan untuk mencapai tujuanmu.
Kalau kau hanya mencari sempurna, kau tidak akan perna merasakannya.

Saat ini aku sudah memiliki dia, dia yang terus tinggal walaupun semua yang usang aku ceritakan.
Dia yang tidak mengganggapku sebagai halte, tetapi sebagai rumah tempat dimana dia tinggal.
Dan aku cukup menganggapmu hanyalah sebuah kenangan untuk menjadi lebih tegak.
Jadilah seorang yang bisa dijadikan tempat untuk bertahan dan bersandar tentang semua peluh dalam hidup.
Untuk sebuah cerita yang bahkan belum sempat termulai..



Tidak ada komentar:

Posting Komentar